Senin, 29 Juni 2026

HUT Bhayangkara ke-80th, Arnando: Bersama Polri, Partai Golkar Berkomitmen Wujudkan Lampura yang Aman, Maju dan Sejahtera


LAMPUNG UTARA, LensaNews-Online –

Bagi Partai Golongan Karya (Golkar), ada satu doktrin yang tak pernah luntur: tidak ada karya, tidak ada kesejahteraan, tanpa stabilitas. Dan di republik ini, stabilitas keamanan dan ketertiban adalah dharma bakti yang diemban Kepolisian Republik Indonesia.

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara, Arnando Ferdiansyah, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Korps Bhayangkara sebagai pilar utama penjaga kondusifitas bangsa.

"Atas nama keluarga besar Partai Golkar Lampung Utara, saya mengucapkan selamat  Dirgahayu Bhayangkara ke-80th. Usia di mana sebuah institusi tidak hanya dituntut hadir, tapi juga harus presisi menjawab tantangan zaman," ujar Arnando, Senin (29/6/2026).

Arnando menegaskan, Polri dan Partai Politik adalah dua sayap demokrasi. Jika Polri bertugas menjaga keamanan fisik dan penegakan hukum, maka Partai Politik bertugas menjaga keamanan ideologi dan menyalurkan aspirasi.

"Kami di Golkar sangat merasakan, betapa pentingnya Polri yang profesional dan netral. Iklim politik yang sejuk di Lampung Utara, tahapan Pemilu dan Pilkada yang aman, kader-kader kami yang bisa turun ke rakyat tanpa rasa khawatir, itu semua karena ada Polri yang berdiri di tengah," tegasnya.

Ia mengapresiasi transformasi Polri yang kini semakin modern dan humanis. Pendekatan restorative justice, program Polisi RW, hingga keterbukaan Polri terhadap kritik adalah cermin institusi yang sehat dalam demokrasi.

"Golkar sebagai partai karya selalu percaya, pembangunan hanya bisa digenjot jika ada kepastian hukum dan rasa aman untuk investasi. Pengusaha tenang berusaha, petani aman ke sawah, pedagang nyaman di pasar. Itulah 'karya' Polri yang sesungguhnya bagi rakyat," tutur Arnando.

Di usia ke-80, Arnando menitipkan amanah khas Golkar, "semangat kekaryaan". Ia berharap Polri terus menjadi institusi yang melahirkan karya nyata. Bukan hanya menindak kejahatan, tapi juga mencegahnya dengan pembinaan. Bukan hanya menjaga, tapi juga mengayomi dengan hati.

"Tantangan kita berat,  kejahatan siber, narkoba yang merusak generasi muda, hingga potensi konflik sosial. DPD Golkar Lampung Utara siap menjadi mitra strategis Polri. Kader-kader kami di desa akan jadi telinga dan mata, membantu tugas-tugas Kamtibmas. Karena bagi kami, keamanan adalah kepentingan seluruh golongan, ucapnya.

Menutup pernyataan, Arnando mendoakan agar Tribrata dan Catur Prasetya senantiasa menjadi pedoman setiap insan Bhayangkara.

"Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi polisi yang dicintai karena karya, dihormati karena integritas, dan dibanggakan karena pengabdiannya. Bersama Polri, Partai Golkar berkomitmen wujudkan Lampung Utara yang aman, maju, dan sejahtera," tutup Arnando Ferdiansyah.


(Aldif)

Minggu, 28 Juni 2026

HUT Bhayangkara ke-80, Kadis Parbud Lampura : Keamanan adalah Destinasi Utama, Terima Kasih Polri Jaga Pesona Lampung Utara




LAMPUNG UTARA, LensaNews-Online –

Bagi dunia pariwisata, tidak ada promosi yang lebih hebat dari rasa aman. Tidak ada pesona yang lebih indah dari ketertiban. Di Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Perdana Putra, S.E., M.M., menegaskan satu hal, Polri adalah mitra strategis penjaga marwah "The Treasure of Sumatra" di Bumi Ragem Tunas Lampung.

Dari balik meja kerjanya, dengan latar logo "Lampung The Treasure of Sumatra" dan "Pesona Indonesia", Perdana Putra menyampaikan sembah hormat kepada seluruh jajaran Bhayangkara.

"Atas nama insan pariwisata dan budayawan Lampung Utara, saya mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-80. 80 tahun Polri mengabdi, 80 tahun pula Polri menjadi penjaga gawang Sapta Pesona, Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan," ujar Perdana Putra, Senin 29/6/2026.

Perdana Putra menyebut, kerja-kerja Polri tidak bisa dipisahkan dari denyut nadi pariwisata. Pengamanan objek wisata, pengawalan event budaya, patroli di jalur-jalur strategis, hingga rasa aman yang dihadirkan di tengah masyarakat adalah "modal utama" untuk menjual Lampung Utara ke wisatawan.

"Bayangkan Air Terjun Curup Selampung seindah apa pun, kalau wisatawan takut datang karena tidak aman, maka percuma. Bayangkan Festival Budaya Sekura digelar meriah, tapi tidak tertib, maka citra kita rusak. Di sinilah Polri hadir. Mereka bukan hanya pengaman, tapi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri," tegasnya.

Ia secara khusus mengapresiasi jajaran Polres Lampung Utara dan Polsek-Polsek yang selama ini responsif mengamankan setiap agenda kebudayaan. Dari Festival Krakatau, event seni di Taman Sahabat, hingga pengamanan destinasi religi dan sejarah.

"Polri yang humanis membuat wisatawan betah. Polisi Pariwisata yang ramah membuat turis mau kembali. Inilah wujud Presisi yang kami rasakan di sektor pariwisata," tutur Perdana.

Sebagai Kadisbud, Perdana Putra juga menyoroti peran Polri dalam menjaga kearifan lokal. Pengamanan tradisi, pencegahan konflik sosial bernuansa adat, hingga penindakan terhadap perusakan situs cagar budaya adalah bukti bahwa Polri turut merawat identitas Lampung Utara.

"Keamanan dan kebudayaan itu satu tarikan nafas. Tidak ada budaya yang lestari di daerah yang tidak aman. Karena itu, kami di Disparbud akan terus bersinergi. Kita kemas event budaya yang aman, kita ciptakan destinasi yang nyaman. Untuk Lampung Utara yang semakin berpesona," ucapnya.

Mengakhiri pernyataan, Perdana Putra berharap di usia ke-80, Polri semakin dicintai karena profesionalismenya dalam melayani.

"Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi polisi yang dicintai wisatawan, dihormati budayawan, dan dibanggakan seluruh rakyat. Dari Bumi Ragem Tunas Lampung, kami ucapkan terima kasih. Polri kuat, pariwisata hebat, Lampung Utara mendunia," tutup Perdana Putra dengan gestur sembah khas Melayu.

(Aldif)

HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPC PWRI Lampura: Pers dan Polri Adalah Pilar Demokrasi, Mari Jaga Ruang Aman Untuk Kebenaran





LAMPUNG UTARA, LensaNews-Online -

Di usia ke-80, Polri dan Pers punya satu benang merah yang tak terpisahkan, sama-sama mengabdi untuk rakyat. Jika Polri menjaga keamanan fisik, maka Pers menjaga keamanan informasi. Jika Polri menegakkan hukum, maka Pers menegakkan kebenaran.

Momentum Hari Bhayangkara 1 Juli 2026 ini, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Utara, Edi Santoni, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Korps Bhayangkara.

“Atas nama insan pers yang tergabung di DPC PWRI Lampung Utara, saya mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-80. 80 tahun adalah perjalanan panjang menjaga Republik. Kami saksi, Polri hari ini semakin terbuka, semakin humanis, dan semakin menjadi sahabat bagi kerja-kerja jurnalistik,” ujar Edi Santoni, Senin (29/6/2026).

Edi Santoni yang tampil dengan seragam kebesaran PWRI merah-putih menegaskan, hubungan Pers dan Polri bukan hubungan transaksional. Ini adalah kemitraan strategis untuk mengawal demokrasi. Di Lampung Utara, sinergi itu nyata, dari keterbukaan informasi di Humas Polres, perlindungan terhadap jurnalis di lapangan, hingga kolaborasi memberantas hoaks yang merusak tatanan sosial.

“Polri yang profesional butuh Pers yang independen. Pers yang merdeka butuh Polri yang mengayomi. Ketika dua pilar ini kuat, maka rakyat mendapat dua jaminan, rasa aman dan hak atas informasi yang benar,” tegas Edi.

Ia mengapresiasi langkah Polri yang kini semakin presisi dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut kerja jurnalistik. UU Pers No. 40 Tahun 1999, kata Edi, kini lebih dihormati sebagai lex specialis. Ruang aman bagi wartawan untuk bekerja adalah indikator sehatnya demokrasi di daerah.

“Terima kasih Polri. Karena ketika wartawan aman meliput, maka suara rakyat kecil sampai. Ketika hoaks ditindak, maka kebenaran punya panggung. Inilah esensi Bhayangkara sebagai pelindung segenap bangsa, termasuk kedaulatan informasi,” tuturnya.

Di usia ke-80, Edi Santoni menitipkan harapan dari kacamata Pers. Ia berharap Polri terus menjaga integritas di tengah gempuran disinformasi dan polarisasi. Kepercayaan publik, menurutnya, lahir dari transparansi dan respons cepat terhadap aduan masyarakat.

“Tantangan ke depan berat. Pinjol ilegal, judol, narkoba, hingga kejahatan siber mengintai anak-anak kita. PWRI Lampung Utara siap berdiri di garda terdepan bersama Polri. Mengedukasi publik, meluruskan narasi, dan menjadi kontrol sosial yang konstruktif,” ucapnya.

Edi menutup dengan doa agar semangat Tribrata terus menjadi suluh bagi setiap anggota Polri dalam bertugas.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Jadilah polisi yang dicintai karena keadilannya, dihormati karena ketegasannya, dan dirindukan karena pengayomannya. Pers dan Polri, bersatu untuk Indonesia yang aman, damai, dan tercerahkan,” tutup Edi Santoni.

(Aldif)

Kamis, 18 Juni 2026

Tingkatkan Profesionalisme, Propam Polda Lampung Gelar Gaktiblin dan Mitigasi di Polres Lampung Utara


Lampung Utara, LensaNews–Online -

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) serta Mitigasi di Polres Lampung Utara, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kasubbid Provost Bidpropam Polda Lampung, AKBP Zulman Topani, S.Pd.I., dan dihadiri Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., Wakapolres Lampung Utara Kompol Yohanis, S.H., M.H., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, serta personel Polres Lampung Utara.

Pelaksanaan Gaktiblin digelar di Lapangan Apel Polres Lampung Utara dengan sasaran pemeriksaan sikap tampang personel, kelengkapan administrasi perorangan, identitas diri, surat-surat kendaraan bermotor, tes urien serta pengecekan potensi pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Profesi Polri.

Selain pemeriksaan, tim Bidpropam Polda Lampung juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan disiplin, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Mitigasi Propam yang berlangsung di Ruang Rekonfu Polres Lampung Utara. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan institusi maupun masyarakat.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan bahwa kegiatan Gaktiblin dan mitigasi merupakan langkah pembinaan serta pengawasan internal guna meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan personel.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Lampung Utara senantiasa mematuhi aturan yang berlaku, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas secara profesional dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar IPTU Herawati.

Menurutnya, kehadiran tim Bidpropam Polda Lampung di Polres Lampung Utara menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen personel dalam menjaga disiplin dan mencegah terjadinya pelanggaran.

“Melalui kegiatan mitigasi ini, diharapkan seluruh personel semakin memahami potensi pelanggaran yang dapat terjadi serta mampu mengantisipasinya sejak dini, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

(Red)