Selasa, 16 Desember 2025

Diduga SPPG Sungkai Bersatu Di Desa Ketapang Distribusikan MBG Tak Sesuai SOP



Lampung Utara, LensaNews-Online


Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Bangun Mulyo, Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara menuai kritik dari masyarakat, khususnya para wali siswa penerima manfaat.

Keluhan tersebut ditujukan kepada pengelola dapur MBG, yakni Dapur SPPG Sungkai Bersatu, yang dinilai tidak menjalankan program sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.


Dikutip dari media televisi "DELTA TV", Sejumlah wali murid dan masyarakat menyampaikan keberatan terkait porsi dan kuantitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

Bahkan, beberapa di antaranya memperlihatkan perbandingan porsi makanan yang diterima anak-anak mereka dengan panduan porsi ideal yang seharusnya diterapkan dalam program MBG.

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, Beberapa siswa penerima manfaat dan wali murid di lingkungan SDN 1 Ketapang melaporkan bahwa kualitas makanan, baik nasi maupun lauk-pauk, Ataupun makanan kering kerap tidak sesuai ketentuan dan cenderung minim.


Puncak kekecewaan terjadi pada Senin (15/12/2025), saat pihak SPPG Sungkai Bersatu mengantarkan makanan MBG berupa nasi dan lauk-pauk untuk dikonsumsi hari itu, serta makanan kering yang disebut sebagai jatah untuk dua hari ke depan, yakni Selasa dan Rabu (16–17 Desember 2025).

Beberapa wali murid berinisial “B” dan “M”, yang anaknya bersekolah di SDN 1 Ketapang, mengungkapkan kekecewaan mereka kepada tim media.

“Porsinya jauh dari standar SOP, apalagi jika dibandingkan kebutuhan gizi. Kadang ayamnya kecil sekali, nasinya juga sedikit. Dan makanan kering yang diperuntukkan jatah dua hari itu sangat tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh BGN,” ujar salah satu wali murid.

Adapun rincian makanan kering yang dibagikan untuk jatah dua hari tersebut, menurut keterangan wali murid serta siswa penerima manfaat, meliputi:

1. Susu full cream merek "Tango Kido 115 ml" sebanyak 1 pcs
2. Roti bungkus merek "AOKA 60g" sebanyak 1 pcs
3. Telur rebus sebanyak 1 butir
4. Jeruk berukuran kecil sebanyak 1 buah
5. Kue jajanan dalam kemasan mika sebanyak 1 pcs
6. Biskuit merek "GO Malkist 10g" sebanyak 2 pcs
7. Buah kelengkeng 1 bungkus plastik berisi 4 buah


Kepada awak media pihak sekolah membenarkan adanya pengiriman MBG tersebut, Selasa (16/12/2025).

Rama, staf perpustakaan SDN 1 Ketapang, mewakili pihak sekolah, menyampaikan bahwa MBG memang telah diterima pada hari senin kemarin.

“Benar, kami pihak sekolah telah menerima MBG dari SPPG Sungkai Bersatu pada Senin kemarin. Yang kami terima berupa nasi dan lauk-pauk untuk dikonsumsi di hari yang sama (senin), sedangkan makanan kering menurut arahan SPPG merupakan jatah untuk dua hari (selasa dan rabu),” jelas Rama sembari menunjukkan produk MBG tersebut di atas meja.

Untuk mendapatkan klarifikasi, tim media kemudian mendatangi lokasi dapur MBG SPPG Sungkai Bersatu.

Namun, setibanya di lokasi, dapur tersebut dalam kondisi tutup dan tidak ada aktivitas. Tim selanjutnya mencoba mendatangi rumah pemilik dapur, Fauzi, namun yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.

Upaya konfirmasi akhirnya dilakukan melalui sambungan panggilan WhatsApp. Dalam keterangannya, Fauzi membenarkan bahwa pihaknya memang mendistribusikan makanan kering tersebut sebagai jatah MBG untuk dua hari ke depan.

Pihak sekolah dan para wali murid sangat menyesalkan pendistribusian MBG yang diduga tak sesuai SOP tersebut.

Mereka juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan kredibilitas kepala SPPG yang bertugas di dapur tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat dan wali murid berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih ketat dari pihak terkait agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara layak dan berkelanjutan.

( Sumber ; AnahKedahNews )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar