Ali ahmad Ketua DPC ORGANDA lampung utara beserta jajaran
Tinjau ruas jalinsum perbatasan lampura-waykanan
hingga perbatasan lampura-lamteng
Lampung Utara,LensaNEWS-Online - Mendengar informasi dari masyarakat mengenai maraknya truk bermuatan batubara,kayu dan komoditas lainnya yang melebihi kapasitas (over dimension over louding/ODOL) yang kerap melintas di ruas jalan lintas sumatra wilayah lampung utara, di duga menjadi pemicu kerusakan struktur jalan raya serta kecelakaan dalam berlalu lintas.
Menyikapi informasi mengenai hal itu, Ali Ahmad selaku ketua DPC ORGANDA Kab. Lampung Utara di dampingi wakil ketua 1 bapak Ediyanto dan sekretaris M. Toha KR beserta seluruh jajaran langsung meninjau kelayakan timbangan kendaraan yang berada di kecamatan abung kunang serta melakukan investigasi di sepanjang ruas jalan lintas sumatra guna mengetahui kebenaran informasi tsb.(rabu ,29 okt 2025)
DPC ORGANDA Lampura tinjau timbangan kendaraan
Di kec.abung kunang
Setelah melakukan peninjauan ke timbangan kendaraan di Kec. Abung kunang pihaknya pun menyusuri ruas Jl. Lintas sumatra yang membentang di sepanjang Kab. Lampung Utara, mulai dari perbatasan Kab. Lampung Utara-Way Kanan hingga perbatasan Kab. Lampung Tengah dengan panjang mencapai 90 km.
Kepada awak media Ali ahmad menyampaikan, pihaknya sebagai mitra strategis pemerintah khususnya dinas perhubungan akan terus berkontribusi sesuai tupoksinya dalam hal angkutan darat dan telah melakukan investigasi terkait informasi dari masyarakat mengenai maraknya truk ODOL, Jalan dan timbangan yg rusak.
Ali ahmad pun menjelaskan akan kebenaran informasi tsb.
"iya benar kami dari ORGANDA telah melakukan investigasi secara menyeluruh dengan turun langsung ke lapangan terkait apa yang menjadi keluhan masyarakat".
Di jelaskan nya,"Berdasarkan penelusuran kami di lapangan hasilnya pun benar bahwa timbangan kendaraan tsb kami temukan dalam keadaan rusak dan telah terbengkalai selama lebih dari 23th, dan itu yang menjadi kendala bersama sehingga kita tidak dapat mengetahui bobot muatan kendaraan yang melintas karena tidak tersedia nya fasilitas penunjang.Begitu juga dengan kondisi jalan raya kita, hampir di seluruh kecamatan yang di lalui kendaraan tsb terdapat kerusakan yang cukup parah seperti bergelombang ,amblas dan berlubang ".ungkapnya
Di katakan nya,"padahal masyarakat sudah sering mengadakan demonstrasi baik di jalan raya maupun datang langsung ke kantor pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi penolakan melintas terhadap kendaraan batubara dan sebagainya yang melebihi kapasitas, namun pemangku kekuasaan seakan abai terhadap suara rakyat. Fakta nya polemik ini masih berlanjut hingga saat ini". Tuturnya
Ali ahmad menyatakan "kami akan terus berkoordinasi dan membahas permasalahan ini kepada pemerintah kabupaten ,provinsi maupun pusat". Tegasnya
Pihaknya pun berharap agar instansi dan institusi terkait dapat bergerak cepat dalam memberikan tindakan nyata atas apa yang telah menjadi keluhan masyarakat.
Ia juga menghimbau kepada aparat
penegak hukum agar lebih tegas lagi dalam memberikan konsekuensi hukum terhadap truk yang melanggar di wilayah tsb,
mengingat polemik ini telah berlarut-larut sejak lama. Tandasnya
Awak media pun menggali informasi lebih dalam terhadap warga yang berdomisili di masing-masing kecamatan yang di lintasi kendaraan berat tsb.
Taufik ,warga desa aji kagungan kec.abung kunang memaparkan." Timbangan kendaraan yang berada tak jauh dari kediaman nya di bangun pada sekitar tahun 1979 dan beroperasi sampai sekitar tahun 2002, mulai dari saat itu timbangan tsb tidak berfungsi dan terbengkalai hingga saat ini ".paparnya
Taufik dan yadi berharap timbangan tsb dapat di aktifkan kembali, melihat truk ODOL muatan batubara ,kayu dan komoditi lainnya makin merajalela dan hal itu yang menurutnya menjadi pemicu rusaknya infrastruktur jalan raya.
Hardiyanto ,warga kecamatan abung tinggi mengaku sering sekali turut membantu dan mengangkat korban kecelakaan di wilayah nya,"saya seringkali mengangkat korban kecelakaan disini mulai dari cidera ringan ,patah tulang sampai dengan meninggal dunia dan ironis nya pemerintah terkesan tak berdaya menindak kendaraaan ODOL bermuatan batubara".tukasnya
Tisna dan mardini ,warga abung barat juga memberikan keterangan " jalan ini rusak karena di sebabkan banyak nya kendaraan muatan batubara yang melintas melebihi kapasitas hingga saat ini ,sehingga mengakibatkan kecelakaan dan banyak menelan korban jiwa ". Ucapnya
Agus, warga abung tengah juga turut berkomentar bahwa jalan raya tsb selalu rusak yang tak lain di karenakan melintas nya kendaraan ODOL khususnya truk muatan batubara. Tegasnya
Masyarakat berharap pemerintah dapat dengan cepat memperbaiki jalan yang rusak serta menindak tegas bagi kendaraan yang melanggar aturan. *(Red)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar